Tampilkan postingan dengan label sukarni kastanto hendrowiharso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukarni kastanto hendrowiharso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Bapak dan Ibu Kastanto Hendrowiharso : Kenangan 2011

Oleh : Bambang Haryanto
Email : trahkastanto (at) hotmail.com

Bulan suci itu menjelang datang lagi.
Selamat datang, Ya Ramadhan.

Sebagai tradisi yang baik, sebulan sebelum masa kewajiban untuk berpuasa sebulan penuh bagi umat muslim itu hadir, bangsa Indonesia, khususnya suku Jawa, mengenal ritus nyadranan..

Yaitu aktivitas mengunjungi makam leluhur, guna mendoakan para pendahulu yang telah wafat itu agar memperoleh hidayah ketentraman dan kesejahteraan abadi di sisiNya.

Keluarga besar Taler-4 Trah Martowirono, yaitu anak cucu keluarga Kastanto Hendrowiharso, selain melakukan kegiatan nyadran juga mengadakan acara tahlilan, yaitu helat pembacaan doa untuk arwah ayah dan ibu kami yang telah menghadap Sang Khalik.

Bapak Kastanto Hendrowiharso, yang dilahirkan di Desa Jambe, Mlopoharjo, Wuryantoro tahun 1928, telah meninggal dunia di Wonogiri, 1982.

Ibu S. Kastanto Hendrowiharso, lahir di Kedunggudel, Kenep, Sukoharjo pada tahun 1933, wafat tahun 1993 di Wonogiri.

Berdoa bersama anak panti. Walau sebagian tidak sempat hadir, dukungan putra-putri yang berdomisili di luar Wonogiri, berperan signifikan. Keluarga Mayor Haristanto (Solo, ia hadir bersama Ibu Nani), Broto Happywondomisnowo di Bogor, Bonny Hastutiyuniasih di Tasikmalaya, Bari Hendriatmojo di Jember sampai Basnendar HPS (Solo), sebagai contohnya.

Sebagai event organizer dilakoni oleh Bapak Nano Maryono, Ibu Nuning Bhakti Hendroyulianingsih (Ngadirojo) yang dibantu Ibu Bastion ‘Iwin’ Hersaptowiningsih dan Betty Hermisnawaningsih.

Ada kekhususan acara tahun ini. Kami mengundang 25 anak panti asuhan “Esti Tomo” dari Mojoroto, Wonogiri. Mereka hadir bersama pengasuhnya, Bapak Soemarno. Ditambah kehadiran 25-an warga tonggo teparo dari Kajen, Giripurwo, Wonogiri, membuat acara Yassinan dan tahlilan malam itu terasa semakin khidmat.

Acara yang khusuk itu hingga paripurna dipandu oleh Bapak Abdurrachman, anggota takmir Masjid Agung At-Takwa Kabupaten Wonogiri.

Subhaanallaahi wa bihamdhi,
subhaanallaahil ‘azhiimi

Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya.
Maha Suci Allah yang Maha Agung.

Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah mereka (kedua orang tua kami), selamatkan, dan maafkanlah kesalahan mereka.

Segala puji bagi Allah,
Tuhan Semesta Alam.


Wonogiri, 28/7/2011

Rabu, 30 Maret 2011

78 Tahun Sukarni Kastanto Hendrowiharso

Oleh : Bambang Haryanto
Email : humorline (at) hotmail.com


Come away with me in the night
Come away with me
And I will write you a song

Potongan lirik dari lagu indah “Come away with me” dari Norah Jones itu memang tak terdengar saat ini. Juga tidak terlantun untaian kata-kata lanjutannya :

“Saya ingin berjalan bersamamu/Di hari yang berawan/Di padang dengan rerumputan setinggi lutut/Bukankah kau akan ikut ?”

Norah Jones, penyanyi yang pernah menyabet sembilan Grammy Award itu dilahirkan di Brooklyn, New York, 30 Maret 1979. Tanggal yang sama adalah juga tanggal kelahiran aktor dan sutradara AS, Warren Beatty (1937), gitaris Inggris Eric “Tears in Heaven” Clapton (1945), penyanyi Kanada Celine “My Heart Will Go On” Dion (1968), pemain tennis Australia, Samantha Stosur (1984), sampai aktor dan sutradara film Perancis, Jean-Claude Brialy, yang lahir di Aljazair (1933).

Pada tanggal dan tahun yang sama, 30 Maret 1933, di belahan bumi lainnya telah lahir di Kedunggudel, Kenep, Sukoharjo, anak keempat dari pasangan Martowirono. Diberi nama : Sukarni (foto). Ia mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat setempat sampai klas 2.

Pada tanggal 15 Oktober 1950 menikah dengan prajurit TNI asal Jambe, Wuryantoro, Wonogiri, bernama Kastanto Hendrowiharso (21 Januari 1928- 9 Desember 1982). Pesta perkawinan dilaksanakan tanggal 9 November 1952 di Kedunggudel. Pasangan ini dikaruniai putra-putri sebelas orang (yang terakhir meninggal saat dilahirkan). Ibu wafat pada tanggal 20 November 1993 di Wonogiri.

Hari ini, 30 Maret 2011, adalah tepat 78 tahun hari kelahirannya. Semoga beliau kini tenteram di sisiNya. Meminjam lirik lagunya Celine Dion yang menjadi lagu tema film Titanic (1997), jejak dan keteladanan beliau tidak terhapuskan. Cintanya selalu menjadi panduan dan obor hidup untuk putra-putri dan para cucunya.

“Jauh di seberang jarak yang memisahkan/ruang di antara kita/kau datang menunjukkan cara kau meneruskan….Dekat, jauh, di mana saja kau berada/aku percaya hati itu kan terus menyala.”

Far across the distance
And spaces between us
You have come to show you go on

Near, far, wherever you are
I believe that the heart does go on


Wonogiri, 30-31/3/20